Google+ Followers

Kamis, 22 Juni 2017

Oskar Fischinger Sang Pencipta Animasi Musik di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/2017/fischinger/bg_cta.jpg

Oskar Fischinger sang pencipta animasi musik abstrak dirayakan ulang tahunnya yang ke-117 di Google Doodle hari ini tanggal 22 Juni 2017. Pria bernama lengkap Oskar Wilhem Fischinger ini lahir di Gelnhausen, Kerajaan Jerman pada 22 Juni 1900. Sepanjang hidupnya hingga meninggal pada usia 66 tahun, Fischinger dikenal karena kejeniusannya yang melewati zaman, bukan hanya sebagai pelukis dan pembuat film, tetapi juga sosok yang ‘menampilkan wujud’ musik.

Jika Anda mengunjungi halaman utama Google hari ini, ada yang unik. Yaitu tampilan doodle animasi yang penuh warna. Jika diklik, alih-alih membawa kita ke halaman pencarian ‘Ulang Tahun Oskar Fischinger ke-117′ tetapi ke dalam sebuah permainan membuat komposisi musik sederhana, lengkap dengan penampilan visual sesuai dengan musik yang kita ciptakan. Ini ditambah dengan kata mutiara Fischinger, ‘”Musik tidak hanya berupa suara. Dalam dunia visual, musik hadir dalam bentuknya sendiri.”

Sosok Oskar Fischinger memang tidak biasa. Ia menciptakan animasi musuk abstrak beberapa dekade sebelum adanya video musik dan grafik komputer. Hal ini bisa dilihat dari salah satu karya terbaik pria Jerman-Amerika itu, yaitu film pendek Motion Painting No. 1 (dirilis pada 1947). Dikutip dari Kompas, ia memadukan musik klasik berjudul Brandenburg Concerto no. 3, BWV 1048 dengan gambar-gambar bergerak dalam tumpukan kaca akrilik.

http://www.centerforvisualmusic.org/CVM_OF_B0011_c.jpg
Sepanjang hidupnya, Fischinger menciptakan 50 film pendek, juga sekitar 800 lukisan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Penemuannya yang tidak kalah penting terjadi pada akhir 1940-an, kala Fischinger menemukan Lumigraph, yang kemudian dipatenkannya pada tahun 1955.
 
Lumigraph ini adalah instrumen yang menghasilkan citra gambar yang dioperasiikan oleh dua orang.

Seseorang bertugas untuk ‘memanipulasi layar’ untuk menciptakan citra gambar sementara yang lain mengubah warna lampu pada isyarat. Lumigraph sendiri tidak berbunyi. Tetapi, ketika Fischinger menampilkannya, Lumigraph ditemani berbagai musik sehingga lebih hidup. Dengan Lumigraph inilah, Fischinger tampil  di Los Angeles dan San Francisco pada awal 1950-an.

Menekuni bidang film tidak membuat Oskar Fischinger berbahagia selamanya. Ada masa-masa sulit yang ditempuhnya sehingga meninggalkan Jerman pada 1936. Namun, tiba di Amerika Serikat, peruntungannya berubah. Pelaku film di Hollywood lebih ampu mengapresiasi karya-karyanya.
Oskar Fischinger yang pindah ke AS, tmeninggal pada usia 66 tahun pada 31 Januari 1967.


Sumber : Sidomi

Rabu, 31 Mei 2017

Zaha Hadid, Muslimah Ratu Arsitek Dunia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-zaha-hadid-6269828326227968.4-l.png

Zaha Hadid, arsitek muslimah asal Inggris ditampilkan dalam Google doodle hari in tanggal 31 Mei 2017i. Zaha Hadid yang karya-karya arsitekturnya menembus pakem yang ada, diberi apresiasi tinggi olehGoogle dalam mengenang setahun meninggalnya perempuan berjuluk ‘Ratu Kurva’ ini. Tidak main-main, Zaha Hadid adalah perempuan sekaligus muslimah pertama yang mendapatkan Pritzker, penghargaan tertinggi di bidang arsitektur, Pritzker, pada 2004.

Jika kita mengunjungi Google hari ini, pandangan mata akan langsung tertumbuk pada perempuan dengan rambut bergelombang dan dandanan anggun, sedang berdiri di depan bangunan unik, Heydar Aliyev Center. Iya, perempuan tersebut, Zaha Hadid adalah arsitek yang menciptakan bangunan yang terletak di Baku, Azerbaijan itu.

Zaha Hadid jelas bukan orang biasa. Karya-karyanya tampil di berbagai belahan dunia. Dikutip dari Tempo, bangunan yang didesaim oleh kecerdasan perempuan ini adalah Vitra Fire Station di Jerman, Riverside Museum di Skotlandia, atau Dongdaemun Design Plaza di Korea Selatan, . Yang baru saja selesai dirampungkan tahun lalu adalah Salerno Maritime Terminal di Italia.

Tidak hanya itu, penggemar sepakbola pasti sudah tahu karya besar Zaha Hadid, yaitu Stadion Al-Wakrah, Qatar, yang bakal menjadi venue bersejarah untuk menggelar Piala Dunia pertama kali di tanah Arab, tepatnya di Qatar pada tahun 2022 mendatang. Dan jika melihat sekian karya Zaha Hadid, kita akan dengan mudah memahami, ciri khasnya adalah bangunan yang bagai ‘tidak mengenal bentuk pada umumnya’.

https://reps01.s3.amazonaws.com/product_designer_detail/catalogue/6c4f7ed4b77a638f81278f415899850657f1f37e.jpeg
Atas alasan inilah, Zaha Hadid disebut-sebut sebagai ratu kurva. Ia “Membebaskan geometri dalam arsitektur, memberikannya identitas ekspresi baru. Karyanya tidak hanya mengeksplorasi bentuk, tetapi juga menjelajahi fungsi bangunan sampai melebihi batas-btas yang selama ini menjadi sekat.

Zaha Hadid jelas menjadi inspirasi banyak orang, termasuk kaum wanita, dan terutama muslimah. Tidak hanya terkait karya-karya arsitekturnya, tetapi juga kata mutiara yang disampaikan perempuan kelahiran 1950 ini.

Satu yang cukup sering menjadi rujukan adalah ucapan, “Wanita selalu diberi tahu, ‘kamu tidak akan berhasil, terlalu sulit, kamu tidak dapat melakukan ini dan itu, jangan masuk kompetisi ini, kamu tidak akan pernah memenangkannya”. Padahal,mereka membutuhkan kepercayaan diri dan orang-orang di sekitar untuk mendorong kelanjutan upaya mereka.”


Sumber : Sidomi

Selasa, 16 Mei 2017

Apa Itu Mekanisme Antikythera? Ada di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/115th-anniversary-of-the-antikythera-mechanisms-discovery-6292005859622912-l.png

Google Doodle hari ini, Rabu tanggal 17 Mei 2017, mencantumkan peringatan ke-115 penemuan Mekanisme Antikythera. Apa itu Mekanisme Antikythera? Sepenting apakah hal tersebut sehingga dipilih untuk menghiasi tampilan Google Doodle hari ini? Ternyata, itu adalah alat yang diduga sebagai komputer tertua di dunia.

Mekanisme Antikythera diciptakan jauh sebelum perangkat komputer dikenal dan populer saat ini. Tahun 1901, ditemukan suatu alat di sebuah kapal yang karam di Laut Aegean, sebelah selatan Yunani. Penemuan tersebut cukup membingungkan para ilmuwan karena tidak sepenuhnya dimengerti fungsi peralatan itu.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian, ternyata alat yang dibuat dari logam itu diyakini sebagai komputer pertama di dunia yang diperkirakan tercipta pada sekitar 150 tahun sebelum masehi dan diduga kuat merupakan salah satu karya cipta dari orang-orang pada masa Yunani Kuno. Dengan kata lain, Mekanisme Antikythera sudah berusia 2.000 tahun lebih.

https://4.bp.blogspot.com/-2JfdfSA9qko/V7NJvyX_YSI/AAAAAAAAAR8/KwqBMnn9x0A_xpg58CRDt0d8Hgjvz4FnQCK4B/s400/Ekspedisi%2BUntuk%2BUngkap%2BMisteri%2BMekanisme%2BAntikythera%2B-1.jpg
“Mekanisme Antikythera telah mengajarkan kepada kami adalah bahwa para mekanik Yunani kuno dapat merancang dan membangun perangkat yang sangat kompleks. Perangkat itu memiliki skala yang sangat kecil,” papar Profesor Alexander Jones, pakar sejarah astronomi kuno dari Institute for Study of the Ancient World, New York, Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil penelitan yang berhasil diungkap pada 2016 lalu, Profesor Alexander Jones menyebut Mekanisme Antikythera memakai prinsip matematika dan menyajikan agenda ilmiah untuk menguak misteri alam semesta yang memang menjadi salah satu bahan perdebatan para filsuf dan pemikir pada zaman Yunani Kuno.


Sumber : Sidomi

Selasa, 09 Mei 2017

181 tahun Ferdinand Monoyer di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/ferdinand-monoyers-181st-birthday-5105939098107904.2-law.gif

Dua huruf “O” di halaman utama Google berubah menjadi ilustrasi sepasang mata. Mengapa demikian?
Klik tombol segitiga yang ada di ujung kanan logo Google tersebut, maka Anda akan melihat ilustrasi mata itu berkedip.

Sementara itu di bagian kanan itu akan muncul tabel berisi deretan abjad, yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan mata.

Klik sekali lagi, maka akan muncul keterangan lebih detail yang menampilkan hasil pencarian tentang seorang pria bernama Ferdinand Monoyer.

Google Doodle hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 ini merupakan persembahan ulang tahun ke 181 untuk Ferdinand Monoyer. Dia adalah seorang dokter mata asal Perancis yang lahir pada 9 Mei 1836 silam. Ferdinand Monoyer meninggal pada 11 Juli 1912.

Semasa hidupnya, Ferdinand Monoyer dikenal sebagai orang yang memperkenalkan diopter atau satuan pengukur kekuatan optik dan tabel Monoyer.

Tabel Monoyer yang diciptakan Ferdinand memiliki bentuk serupa dengan tabel yang ditampilkan di sisi kanan Google Doodle hari ini. Fungi tabel Monoyer adalah untuk menguji kemampuan visual mata seseorang.


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Ferdinand_Monoyer.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Setiap deretan huruf dalam table Monoyer ini mewakili ukuran diopter, dari paling kecil hingga paling besar.

Selain itu, deretan huruf itu mewakili ukuran jarak yang diperlukan agar seseorang bisa membacanya.
Pada masa 100 tahun lalu, tabel Monoyer tersebut merupakan tabel pengujian mata pertama yang dibuat dengan sistem desimal.

Dalam tabel pengecekan mata ini tersembunyi deretan huruf yang mengeja nama penemuanya, yakni Ferdinand Monoyer.

Deretan huruf tersebut disusun terbalik, dari bawah ke atas, dan disematkan kanan dan kiri tabel.
Kata Ferdinand ada di deretan huruf sebelah kanan, sedangkan kata Monoyer ada di deretan huruf sebelah kiri.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 01 Mei 2017

Memperingati 110 Tahun Pelukis Affandi di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/affandis-110th-birthday-5143928419385344.7-l.png

Tanggal 1 Mei 2017 menandai ulang tahun ke-110 dari Affandi, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia. Affandi adalah sosok legendaris di dunia seni rupa. Tak hanya di Tanah Air, karya-karnyanya juga terkenal di mancanegara.

Lahir di Cirebon pada 1907, maestro bernama lengkap Affandi Koesoema tersebut dikenal memiliki gaya khas yang didapat dengan cara membubuhkan cat langsung dari kemasannya ke atas kanvas. Lalu, alih-alih kuas, menggunakan jari jemarinya untuk melukis.

“Doodle hari ini mengenang Affandi dengan menerapkan gaya yang mirip,” tulis Google dalam laman penjelasannya mengenai Doodle ulang tahun Affandi, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Senin (1/5/2017).

“Garis-garisnya seperti guratan Affandi, luwes dan bersemangat, dengan warna-warna macam yang dulu biasa dipakainya,” imbuh Google.

http://4.bp.blogspot.com/-7_PeaCEz6YQ/Vhsz6dV7AyI/AAAAAAAAAUY/xSV_GLKJh5E/s1600/affandi-koestomo.jpg
(Sumber gambar : dunialukisan-javadesindo.blogspot)
Affandi sempat melakoni beberapa profesi. Laman Affandi.org menyebutkan bahwa dia pernah bekerja sebagai guru hingga pemeriksa karcis dan penggambar billboard film di bioskop di Bandung. Cat dari sisa-sisa pekerjaan disimpannya untuk menyalurkan hobi melukis yang mulai ditekuni pada dekade 40-an.

Di masa ini Affandi berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan, antara lain dengan membuat poster propaganda “Boeng, Ajo Boeng”. Idenya dari Bung Karno, modelnya pelukis Dullah, dan kata-katanya dari penyair Chairil Anwar.

Di akhir dekade 40-an hingga awal 50-an, Affandi berkelana keliling dunia untuk melukis. Dia memamerkan karyanya di ibukota negara-negara Eropa, termasuk, Paris, London, dan Roma.

Affandi tutup usia pada 23 Mei 1990, setelah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis sepanjang hidup. Sebagian di antaranya bisa disaksikan di Museum Affandi di Yogyakarta.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Rabu, 26 April 2017

Pesawat Luar Angkasa Cassini Ungkap Rahasia Saturnus di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/cassini-spacecraft-dives-between-saturn-and-its-rings-5717425520640000-law.gif

Pesawat luar angkasa Cassini muncul dalam Google doodle hari ini pada Rabu, 26 April 2017. Tampilnya pesawat hasil kerjasama NASA, ESA, dan ASI ini menandai dimulainya penerjunan Cassini ke dalam daerah cincin Planet Saturnus. Penerjunan tersebut diharapkan mampu mengungkap rahasia asal-usul, massa, dan umur cincin Saturnus.

Jika Anda melihat halaman utama Google hari ini, akan ada animasi unik pesawat luar angkasa Cassini yang bergaya seperti fotografer. Kemudian, tampak planet Saturnus mendekat kepadanya. Cassini tidak membuang kesempatan untuk memotret bagian dalam cincin Saturnus berulang kali, dan ditutup dengan gaya kocaknya, berfoto selfie seperti remaja kekinian.

Google memang memberikan doodle istimewa untuk peristiwa bersejarah yang dilakukan Cassini hari ini Rabu (26/4). Cassini, usaha bersama antara NASA , badan antarariksa Eropa (ESA), dan badan antariksa Italia (ASI) ini sudah memulai pengembaraannya di luar angka sejak 20 tahun lalu; tepatnya pada 15 Oktober 1997. Dan sejak saat itu, ia sudah menempuh perjalanan lebih dari 2,2 miliar mil.

https://www.jpl.nasa.gov/missions/web/cassini.jpg
( Sumber gambar : www.jpl.nasa.gov)
Cassini juga sudah ‘berakrab ria’ dengan Saturnus sejak 1 Juli 2004. Pesawat yang dilekati nama astronom asal Italia-Prancis ini, selama ini sudah mengumpulkan sekian informasi soal planet bercincin raksasa tersebut. dari berbagai foto yang ditampilkan Cassini, yang paling menakjubkan adalah foto baru-baru ini, yang mengungkap rahasia salah satu bulan Saturnus, Enceladus, yang ternyata ramah untuk kehidupan.

Manuver yang dilakukan Cassini ini akan menjadi bab terakhir dalam pengembaraan pesawat luar angkasa tersebut. Nantinya, NASA akan menghancurkan Cassini dengan menjatuhkannya ke atmosfer Saturnus.
Namun sebelum hal itu terjadi, Cassini masih bakal bertugas untuk mengambil informasi sedetail mungkin soal komposisi atmosfer juga materi batuan di planet Saturnus. Selain itu, Cassini juga akan menyelidiki lebih rinci tentang cincin Saturnus; yang bakal menjadi sumber pengetahuan bagi para ilmuwan untuk beberapa dekade ke depan.


Sumber : Sidomi

Sabtu, 22 April 2017

Peringatan Hari Bumi di Logo Google

http://www.klasemen.co/hiburan/wp-content/uploads/2017/04/Google-Doodle-2.jpg

Tanggal 22 April adalah peringatan Hari Bumi atau Earth Day yang setiap tahunnya selalu dikampanyekan oleh aktifis lingkungan. Sebagai planet tempat tinggal kita, manusia dan hewan serta tumbuhan, selayaknyalah bumi mendapat perlakuan yang lebih baik dibanding saat ini.

Google bahkan menyatakan di doodle-nya hari ini tanggal 22 April 2017, bahwa kita harus lebih menghargai dan menaruh hormat pada bumi yang kaya dan luas ini karena sudah memberi banyak hal untuk kita, generasi sebelum kita, dan juga generasi mendatang.

Lantas berapa ya usia planet bumi ini sesungguhnya? Seberapa tua usia tempat tinggal miliaran manusia ini menurut perkiraan para ahli? Tentu tak ada yang bisa memastikan, namun diperkirakan usia bumi sudah mencapai 4.543 juta tahun!

Hingga saat ini manusia masih belum menemukan tempat atau planet lain yang layak huni seperti bumi kita ini. Planet ini juga diketahui adalah yang paling padat di sistem tata surya kita, serta satu-satunya-sepanjang pengetahuan- yang dihuni makhluk hidup.

Untuk menjaga kelestarian planet bumi, ada banyak hal yang bisa dilakukan manusia. Mulai dari hal kecil misalnya jika dilihat dari Google doodle hari ini, dengan menjaga kelestarian terumbu karang dan tidak merusaknya.

Lalu minimalkan polusi, mengurangi konsumsi daging, kurangi memakai kendaraan bermotor, hemat listrik, dan tidak buang sampah sembarangan serta banyak hal lainnya.

Selamat Hari Bumi 2017, dan sayangi planet kita yang indah ini ya.


Sumber : Sidomi