Rabu, 27 Desember 2017

Ulang Tahun ke-116 Marlene Dietrich di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/marlene-dietrichs-116th-birthday-5835864671256576-l.png

Pada Rabu 27 Desember 2017 Google Doodle menampilkan sesosok perempuan berambut pirang di tengah sorotan panggung dengan latar serba biru.

Dia adalah Marlene Dietrich, aktris film kelahiran Berlin, Jerman, 116 tahun lalu. Marlene Dietrich yang bernama lengkap Maria Magdalene Dietrich dikenal rajin tampil di layar lebar di jaman keemasan Hollywood.

Karir Marlene Dietrich melejit ke kancah internasional setelah membintangi film bersuara pertama di Jerman, Der Blaue Engel yang dirilis pada 1930.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2d/Marlene_Dietrich_in_No_Highway_%281951%29_%28Cropped%29.png
(sumber gambar : Wikipedia)
Dia kemudian pergi ke Amerika Serikat dan berperan dalam sejumlah film terkenal, termasuk Morocco, Shanghai Express, serta The Devil is a Woman.

Dalam Morocco, Marlene Dietrich seolah menantang citra feminisme ketika itu, dengan mengenakan tuxedo dan top hat sebagai kostumnya saat berperan sebagai penyanyi kabaret.

Penampilannya dalam Morocco inilah yang digunakan oleh seniman Google, Sasha Steinberg, sebagai desain Google Doodle, menurut keterangan di laman Google, sebagaimana dirangkum KompasTekno.

Saat Perang Dunia II bergejolak, Marlene Dietrich yang pada 1939 mejadi warga negara Amerika Serikat menentang Nazisme dan menolak tawaran main film dari rezim pimpinan Adolf Hitler tersebut.

Dia lantas terlibat dalam upaya propaganda anti-Nazi. Fiilm-filmnya dilarang beredar di Jerman.

Marlene Dietrich tutup usia pada 6 Mei 1992 di sebuah flat di Paris, Perancis, pada usia 90 tahun.

Pemakamannya dihadiri oleh sekitar 1.500 orang, termasuk duta besar Jerman, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain.


Penulis  Oik Yusuf
Editor  Reska K. Nistanto
Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 11 Desember 2017

Ulang Tahun ke-135 Tahun Max Born di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/max-borns-135th-birthday-6605540930093056.2-l.png

Google Doodle hari ini tanggal 11 Desember 2017 merayakan ulang tahun ke-135 dari Max Born yang lahir di Breslau, Jerman (sekarang bagian negara Polandia) pada 11 Desember 1882.

Max Born adalah tokoh fisikawan dan matematikawan yang banyak berkontribusi dalam bidang mekanika kuantum, cabang ilmu fisika yang mempelajari benda-benda berukuran sangat kecil, dalam skala atom dan partikel sub-atomik.

Di dunia internasional, Max Born dikenal sebagai penemu Born Rule, sebuah teori yang menggunakan probabilitas matematika untuk memprediksi lokasi partikel-partikel gelombang dalam sebuah sistem kuantum.

http://www.nndb.com/people/507/000071294/born3-sized.jpg
(sumber gambar:http://www.nndb.com)
Born Rule menjadi bagian penting dari upaya mempelajari dan penerapan mekanika kuantum yang banyak melahirkan berbagai penemuan canggih di dunia modern, termasuk komputer pribadi, laser, dan medical imaging devices (MRI).

Dengan otak cerdasnya, Max Born meraih gelar Ph.D. di Gottingen University, di mana dia kemudian menjadi profesor fisika dan mengajar sejumlah ilmuwan terkenal di masa itu.

Tahun 1933, dengan naiknya Partai Nazi ke puncak kekuasaan, Max Born yang keturunan Yahudi terpaksa mengungsi ke Inggirs. Di sana dia bekerja di St. John’s College dan meneruskan riset fisika.

Sehari sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa, pada 31 Agustus 1939, Max Born menjadi warga negara Inggris. Dia dianugerahi hadiah Nobel di bidang Fisika pada 1954 atas kontribusinya di bidang mekanika kuantum.

Max Born tinggal di Edinburgh, Inggris, hingga pensiun pada 1952. Dia kemudian pindah ke Jerman Barat dan tutup usia di negara tersebut pada 7 Januari 1970, pada umur 87 tahun.



Penulis Oik Yusuf
Editor Reska K. Nistanto
Sumber : http://tekno.kompas.com

Rabu, 22 November 2017

Kimchi Day di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-kimchi-5632225063206912.2-l.png

Apa itu Kimchi? Pertanyaan itu bakal muncul ketika kita pertama kali membuka halaman utama Google hari ini 22 November 2017. Pasalnya, Google doodle menampilkan bentuk kartun kimchi, masakan tradisional asal Korea Selatan bertepatan dengan Kimchi Day, alias hari perayaan untuk Kimchi.

Google doodle hari ini cukup unik karena menampilkan elemen yang membentuk huruf G-O-O-G-L-E dalam serangkaian jenis sayuran dan bumbu. Kuncinya ada di sebuah mangkuk yang menjadi pengganti huruf O kedua, yaitu masakan kimchi, jenis asinan sayur hasil fermentasi yang diberi bumbu pedas.

Google memilih hari ini sebagai hari khusus untuk kimchi, karena dalam tradisi Korea Selatan, jika ada orang yang mulai menggarami Kimchi pada hari ini, maka Kimchi buatannya bakal punya cita rasa yang luar biasa.

https://cdn3.i-scmp.com/sites/default/files/styles/980x551/public/2015/04/21/food_53616c7465645f5f227c842cecb47f23.jpg?itok=AT-rORhx
(sumber gambar: https://cdn3.i-scmp.com)
Kimchi sendiri, meskipun asalnya bukan dari Indonesia, tampaknya cocok untuk lidah kita yang menyukai masakan dengan rasa pedas, asam, dan manis. Anda yang penasaran dengan masakan ini tidak perlu pusing. Belakangan, kemasan kimchi siap saji sudah beredar di berbagai wilayah di tanah air.

Selain itu, kita yang penasaran ingin mencicipi kimchi, dengan ramuan tangan sendiri, juga bisa melakukannya. Bahan-bahan untuk membuat kimchi tersedia di sekitar kita, yaitu sawi putih, lobak, kol dan mentimun. Cukup mudah untuk membuat kimchi, karena dengan modal pencarian Google, ada berbagai situs yang menyediakan cara membuat kimchi secara lengkap.

Dikutip dari Wikipedia, asal mula kimchi dapat dicek jejaknya paling tidak di periode awal zaman Tiga Kerajaan di China (37 SM sampai 7 Masehi). Ketika itu, masakan yang difermentasikan sudah banyak beredar.

Dalam catatan dari China pada 289 M terungkap pula bahwa “Orang-orang Goguryeo (mengacu pada orang Korea) terampil membuat makanan fermentasi seperti anggur, pasta kedelai dan ikan asin yang difermentasi.”

Saat ini terdapat lebih dari 180 variasi kimch, beberapa di antaranya yang cukup dikenal adalah adalah baechu-kimchi,  bossam-kimchi, baek-kimchi, dongchimi, nabak kimchi, dan kimchi bokembab.


Sumber : Sidomi

Kamis, 19 Oktober 2017

Ulang Tahun ke-107 S. Chandrasekhar di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/s-chandrasekhars-107th-birthday-5671696282419200.5-law.gif

Google Doodle hari ini, Kamis 19 Oktober 2017, bernuansa galaksi dengan taburan ilustrasi bintang. Ada siluet lelaki yang tampak serius mengamati bintang. Lelaki dimaksud adalah Subrahmanyan Chandrasekhar atau lebih dikenal dengan sebutan “ S. Chandrasekhar”.

Pria berdarah India-Amerika Serikat tersebut lahir pada hari ini di tahun 1910. Ia meninggal pada 21 Agustus 1995 di usia ke-84. Lantas, apa istimewanya S. Chandrasekhar?

S. Chandrasekhar meneliti dan menulis sejumlah buku yang hingga kini dijadikan rujukan untuk mengenal struktur dan evolusi bintang. Teorinya yang paling terkenal mengupas tentang bintang kerdil putih.

S. Chandrasekhar menunjukkan bahwa tekanan degenerasi mekanika kuantum tak bisa menstabilkan bintang raksasa.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/3/3a/ChandraNobel.png/220px-ChandraNobel.png
(sumber gambar: wikipedia)
Dari situ, ia merumuskan sifat-sifat dinamis galaksi bintang, transfer energi radiasi, stabilitas hidrodinamika dan hidromagnetika, stabilitas bilangan persamaan elips, hingga teori matematis lubang hitam alias black hole.

Buku terakhirnya berjudul “Newton’s Principia for the Common Reader”. 
Semasa hidupnya, S. Chandrasekhar dikenal karena hasrat dan kecintaannya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di sektor perbintangan dan matematika.

S. Chandrasekhar memang berasal dari keluarga akademisi. Pamannya adalah Chandrasekhar Raman, yakni fisikawan pemenang Nobel pada 1930.

Rekam jejak pendidikan dan karir S. Chandrasekhar bisa dibilang memukau. Ia menerima gelar Ph.D dari Universitas Cambridge.

Selama Perang Dunia II, S. Chandrasekhar bekerja di Research Laboratory di Aberdeen Proving Ground, Maryland.

Penulis Fatimah Kartini Bohang
Editor Reska K. Nistanto


Sumber : http://tekno.kompas.com

Rabu, 18 Oktober 2017

Studio Musik Elektronik di Logo Google


https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-the-studio-for-electronic-music-4914189628866560.3-l.png

Hari ini, Rabu 18 Oktober 2017, laman pencarian Google dihiasi doodle yang memadukan warna-warna cerah. Ada DJ set, speaker, amplifier, dan seseorang yang memainkan piano elektronik.

Google sedang merayakan kelahiran studio musik elektronik pertama di Cologne, Jerman, pada 18 Oktober 1951. Semua bermula dari diskusi santai beberapa legendaris seperti Werner Meyer-Eppler, Robert Beyer, Fritz Enkel, dan Herbert Eimert.

Mereka berasal dari latar belakang berbeda namun punya kecintaan yang sama terhadap musik elektronik. Werner Meyer-Eppler adalah dosen dan penulis buku, Fritz Enkel adalah teknisi, dan Herbert Eimer adalah komposer dan jurnalis.

Diskusi santai mereka memunculkan ide membuat studio sebagai wadah berkarya dan bertukar pikiran bagi para pemusik elektronik. Tak sekadar wacana, mereka mewujudkannya pada hari itu juga dengan memanfaatkan ruangan di radio publik Jerman bernama Westdeutscher Rundfunk.

http://www.pikiran-rakyat.com/sites/files/public/styles/medium/public/image/2017/10/studio%20musik%20elektronik.jpg?itok=g8jeHz90
(sumber gambar:http://www.pikiran-rakyat.com)
Fritz Enkel bertugas mengonsepkan format studio musik elektronik, sementara Herbert Eimer diamanahkan sebagai sutradara. Tak dinyana, inisiasi mereka mengundang perhatian para musisi di seluruh dunia.

Ini menandai era awal menjamurnya musik elektronik hingga sekarang. Musik elektronik memadukan suara-suara lalu disintesis sedemikian rupa. Prosesnya membutuhkan seperangkat alat elektronik dan komposisi teknis yang menguras kreativitas bermusik.

Hingga tahun 2000 lalu, studio pertama itu masih beroperasi dan menjadi “rumah” bagi musisi musik elektronik. Kini studio tua tersebut cukup menjadi saksi bisu sejarah perkembangan musik elektronik.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 16 Oktober 2017

Ulamg Tahun ke-272 Olaudah Equiano di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/olaudah-equianos-272nd-birthday-5190660549246976-l.png

Google merayakan ulang tahun Olaudah Equiano yang ke-272 dengan Doodle hari ini tanggal 16 Oktober 2017. Pria yang dikenal dengan nama Gustavus Vassa selama hampir seumur hidupnya ini merupakan seorang pria asal Afrika yang cukup ternama di London.

Dia terlahir di provinsi Eboe, area yang kini dikenal sebagai Nigeria. Autobiografi dari Equiano memiliki peran penting dalam menghilangkan perdagangan budak di Inggris. Seperti yang disebutkan oleh Mirror, awal hidup Equiano tidak diketahui dengan jelas karena tidak ada catatan tentang itu.

Namun, dia diculik bersama saudara perempuannya ketika dia berumur 11 tahun. Dia dijual oleh pedagang budak lokal dan dibawa ke Barbados kemudian ke Virginia.

http://www.english-online.at/history/slavery/olaudah-equiano.jpg
(sumber gambar:www.english-online.at)
Di Virginia, Equiano dijual ke Michael Pascal, seorang letnan di angkatan laut. Pascal kemudian memberikan nama baru unuk Equiano yaitu Gustavus Vassa, sama seperti raja Swedia pada abad 16. Ketika itu, nama Equiano telah diganti dua kali. Ketika dia berada di kapal budak yang membawanya ke Amerika Serikat, dia dipanggil Michael. Kemudian, dia dipanggil Jacob oleh pemilik pertamanya.

Equiano mengarungi lautan dengan Pascal selama 8 tahun. Dalam perjalanannya, dia kemudian belajar tentang agama Kristen dan memilih untuk memeluknya. Selama itu, dia juga belajar tentang cara membaca dan menulis.

Pascal lalu menjual Equiano ke seorang kapten kapal di London, yang kemudian membawanya ke Montserrat. Di sini, dia dijual ke seorang pedagang ternama, Robert King. King menyuruh Equiano untuk membuat rute pengiriman barang dan juga bekerja di tokonya.

Dia juga bekerja sebagai kelasi, pelayan dan juga pemotong rambut. Dia mengumpulkan uang dengan berdagang sebagai pekerjaan sambilan. Pada 1765, ketika Equiano berumur 20 tahun, King berjanji dia bisa membeli kebebasannya seharga GBP40, sekarang bernilai GBP6,000 (Rp107,5 juta).

Dalam waktu kurang dari 3 tahun, dia berhasil mendapatkan cukup banyak uang untuk membeli kebebasannya. Dia dibebaskan pada 1767. Selama 20 tahun ke depan, Equiano banyak menghabiskan hidupnya dengan berpetualang, termasuk ke Turki dan Arktik.

Tahun 1786, dia menjadi bagian dari gerakan yang bertujuan menghilangkan perbudakan di London. Dia merupakan anggota ternama dari "Sons of Africa", grup yang terdiri dari 12 pria berkulit hitam yang ingin perbudakan dihapuskan.

Equiano menjadi teman dan mendukung orang-orang yang ingin menghapuskan perbudakan tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian mendorong Equiano untuk menulis dan menerbitkan cerita hidupnya. Pada 1789, dia merilis autobiografinya.

Pengalaman pribadinya tentang perbudakan, perjalanannya untuk memajukan dirinya dan pengalamannya sebagai imigran berkulit hitam memunculkan sensasi. Buku ini membuat gerakan anti-perbudakan menyebar di Inggris, Eropa dan Amerika Serikat.

Penjelasan Equiano mengejutkan banyak orang. Sebagian pembaca merasa malu atas penderitaan yang dia hadapi. Autobiografinya, yang dirilis pada 1789, membantu terciptanya Hukum Dagang Budak 1807, yang menghentikan jual beli budak untuk Inggris Raya dan koloninya.

Pada 1792, Equiano menikahi seorang wanita asal Inggris, Susanna Cullen. Mereka memiliki 2 anak perempuan. Equiano meninggal pada 31 Maret 1791.


Sumber : http://teknologi.metrotvnews.com

Selasa, 10 Oktober 2017

Ulang Tahun ke-156 Fridtjof Nansen di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/fridtjof-nansens-156th-birthday-5694774550986752-law.gif

Jika Anda hari ini membuka kolom pencarian Google pasti Anda akan melihat sebuah animasi Fridtjof Nansen yang ada pada Google Doodle, di atas kolom pencarian. Anda mungkin bertanya, siapa dia? Dan apa itu Passport Nansen yang ada pada gambar?

Hari ini tanggal 10 Oktober 2017 Google merayakan ulang tahun ke 156 Fridtjof Nansen, dia adalah seorang penjelajah di akhir abad ke-19 yang lahir pada 10 Oktober 1861 di Norwergia. Prestasinya berkaitan dengan kegiatan ekspedisinya yakni di tahun 1893 dia menjadi orang pertama yang berhasil mencapai Kutub Utara hanya dengan berski. 

Jika Anda mengklik gambar Google Doodle tersebut maka animasi karakter berski di tengah akan bergerak. Itu adalah gambaran dia di tahun tersebut melakukan ekspedisi di belahan bumi yang selalu tertutup salju.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9b/Fridtjof_Nansen_LOC_03377u-3.jpg
(sumber gambar : wikipedia)
Nansen sendiri tercatat pernah melakukan ski menyeberangi beberapa negara atau cross-country hingga sejauh 50 mil atau setara 80km hanya dengan perbekalan minim dan ditemani seekor anjing peliharaannya.

Dengan keahliannya bermain ski, dia menjadi gemar melakukan ekspedisi ke wilayah Kutub Utara. Namun, lambat laun ekspedisinya tidak hanya mengeksplorasi tempat baru. Dia juga mulai memiliki ketertarikan mempelajari habitat makhluk hidup yang ada di wilayah tersebut. Dia menjadi salah satu ahli di program studi zoologi pada The Royal Frederick University Oslo.

Nansen tercatat memiliki jasa besar terhadap bidang kemanusiaan ketika Perang Dunia 1 pecah di tahun 1914. Eropa saat itu menjadi medan perang terparah pertama, dan mau tak mau Nansen harus menghentikan ekspedisinya.

Nansen justru iba melihat nasib para pengungsi perang yang kehilangan kewarganegaraannya karena harus pergi menyelamatkan diri dari rumah dan negaranya masing-masing. Konferensi internasional Jenewa, Nansen memutuskan untuk membuatkan sebuah dokumen bernama Nansen Passport bagi para pengungsi yang diterima oleh 52 negara.

Nansen Passport yang digambarkan pada animasi Google Doodle di pojok kanan atas, memberikan kesempatan bagi para ratusan ribu pengungsi untuk bisa melakukan perjalanan ke 52 negara dan memilih untuk menetap sebagai warga negara baru. Meskipun dokumen perjalanan tersebut pada akhirnya sudah tidak diperkenankan oleh PBB, tetapi usaha Nansen diganjar dengan hadiah Nobel Perdamaian di tahun 1922.


Sumber : http://teknologi.metrotvnews.com

Senin, 09 Oktober 2017

Ulang Tahun ke-89 Bagong Kussudiardja di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/bagong-kussudiardjas-89th-birthday-6684224487686144.3-l.png

Google kembali mengangkat tokoh asal Indonesia sebagai doodle di laman utama mesin pencarinya. Kali ini dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-89 dari Bagong Kussudiardja yang lahir pada 9 Oktober 1928 di Yogyakarta.

Bagong Kussudiardja merupakan seorang koreografer dan pelukis senior yang karyanya dikenal baik di dalam maupun di luar negeri. Sosok kartunnya dalam doodle digambarkan sedang duduk di kursi sambil menggenggam kuas cat.

Di latar belakang ada lukisan para penari beraneka kostum yang melompat gembira, agaknya terinspirasi dari beberapa karya Bagong Kussudiardja sendiri.

“Bagong mengawali perjalanannya dengan mempelajari seni, musik, dan tari Jawa,” sebut Google dalam laman doodle mengenai Bagong Kussudiardja, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Senin (9/10/2017).

http://www.jogjasiana.net/photo/artist/bagong-kussudiardjo.jpg 
(sumber gambar : http://www.jogjasiana.net)
Bagong Kussudiardja kemudian berlatih tari Jepang dan India, lalu belajar koreografi dengan koreografer legendaris Martha Graham di Amerika Serikat pada 1957 hingga 1958.

Bekal tersebut dipakai mengembangkan tari tradisional di kampung halaman. Bagong Kussudiardja mendirikan Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja pada 1958, kemudian Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 1978 di Bantul Yogyakarta.

Padepokan Seni yang bisa bebas dikunjungi oleh masyarakat umum tersebut menjadi lokasi salah satu adegan dalam film Ada Apa dengan Cinta 2 yang ditayangkan di bioskop pada 2016 lalu.

Bagong Kussudiardja, sang ayah dari dua tokoh seni Butet Kertaradjasa dan Djaduk Ferianto, menciptakan koreografi lebih dari 200 tarian, termasuk Layang-layang, Satria Tangguh, dan Bedhaya Gendeng.

Di samping aktif dalam koreografi, Bagong Kussudiardja juga dikenal dengan lukisan batiknya yang menggunakan berbagai gaya lukisan, dari impresionis, abstrak, hingga realis. Sang seniman multi-talenta ini tutup usia pada tahun 2004.

Penulis Oik Yusuf
Editor Deliusno
Sumber : http://tekno.kompas.com

Sabtu, 23 September 2017

Ulang Tahun ke-100 Asima Chatterjee di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/asima-chatterjees-100th-birthday-4652731129135104.2-l.png

Google Doodle hari ini, Sabtu 23 September 2017 menampilkan sosok wanita berkacamata yang tampak sedang memejamkan mata. Di sekelilingnya, lambang struktur molekul kimia disusun membentuk kata “Google”.

Sang tokoh yang diangkat sebagai tema tersebut adalah Asima Chatterjee, seorang wanita asal India yang berprofesi sebagai ahli kimia. Doodle yang dibuat oleh Google dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-100 dari Asima Chatterjee yang lahir di Bengal, pada 23 September 1917.

Asima Chatterjee meniti karir di masa-masa saat wanita jarang ditemukan menggeluti studi kimia. Bukan hanya itu, dia kemudian menjadi wanita pertama di India yang meraih gelar Doctorate of Science.

Dalam studinya, Dr. Asima Chatterjee mempelajari tanaman-tanaman di India yang bisa digunakan sebagai obat. Inilah makna dari daun-daun yang ikut menghiasi Google Doodle.

http://ssbprize.gov.in/WriteReadData/AwardeePhotos/Dr%20A%20Chatterjee%20(1961).JPG
(sumber gambar: http://ssbprize.gov.in)
Penelitian Asima Chatterjee sepanjang karirnya banyak menyumbang pada pengembangan obat-obatan untuk mengobati epilepsi dan malaria.

Buah karya Asima Chatterjee yang paling dikenal dan diakui oleh dunia adalah penelitian soal vinca alkaloid. Diperoleh dari tanaman yang tumbuh di Madagaskar, vinca alkaloid kini digunakan di kemoterapi karena sifatnya yang menghambat perkembangan sel kanker.

Kerja keras dan pencapaian Asima Chatterjee diakui oleh universitas-universitas di seluruh dunia. Penghargaan pun berdatangan atas kontribusinya pada dunia medis dan ilmu pengetahuan.

Asima Chatterjee, misalnya, memperoleh penghargaan tertinggi Padma Bhushan dari pemerintah India. Ia juga menjadi wanita pertama yang memperoleh Shanti Swarup Bhatnagar Award di bidang kimia.

Asima Chatterjee  mendirikan Departemen Ilmu Kimia di Lady Brabourne College dan ikut mendidik generasi-generasi berikutnya dari para ilmuwan kimia di India lewat sebuah institut riset.

PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno

sumber :  http://tekno.kompas.com

Selasa, 19 September 2017

Ulang Tahun ke-100 Amalia Hernandez di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/amalia-hernandezs-100th-birthday-5558324580843520.2-l.png

Halaman utama Google hari ini Selasa 19 September 2017, dihiasi ilustrasi penari dengan pakaian berwarna warni yang dipersembahkan untuk wanita bernama Amalia Hernandez. Siapakah dia?

Amalia Hernandez adalah seorang koreografer balet asal Meksiko yang terkenal sebagai pencipta kelompok penari Ballet Folklorico de Mexico. Tarian yang dibawakannya merupakan ensembel yang khas dan dianggap mewakili nilai-nilai tradisi Meksiko.

Kelompok Ballet Folklorico de Mexico sendiri diciptakan oleh Amalia Hernandez pada 1952. Awalnya kelompok ini hanya beranggotakan delapan orang penari. Lalu seiring perjalanannya, tumbuh jadi beranggotakan lebih dari 300 penari.

http://dancefield.com.mx/blog/wp-content/uploads/2016/09/Ballet1.jpg
(sumber gambar:http://dancefield.com.mx)
Kelompok penari tersebut pertama kali menampilkan tariannya di televisi pada 1954. Setelahnya, mereka rutin tampil dalam siaran mingguan.


Penampilan itu membuat kelompok penari yang didirikan Amalia Hernandez semakin populer hingga ke mancanegara. Mereka kemudian melakukan tur pertunjukkan hingga ke Amerika Utara dan bahkan mewakili Meksiko dalam Pan American Games di tahun 1959.

Ballet Folklorico de Mexico masih aktif hingga sekarang. Sejak tahun pendiriannya, kelompok ini telah menari di hadapan lebih dari 22 juta orang.

Amalia Hernandez sendiri terus terlibat dalam pengelolaan kelompok tersebut, hingga meninggal pada tahun 2000. Google mengubah logonya menjadi ilustrasi kumpulan penari Ballet Folklorico de Mexico sebagai persembahan ulang tahun ke-100 wanita itu.


PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReza Wahyudi
Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 18 September 2017

Ulang Tahun ke-308 Samuel Johnson di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/samuel-johnsons-308th-birthday-5999730113904640.2-law.gif

Senin ini, 18 September 2017, menghadirkan tokoh Samuel Johnson. Ia digambarkan sebagai "tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah kesusastraan Inggris". Google menghormati tokoh ini terkait dengan ulang tahunnya yang ke-308.

Ia dikenal sebagai penyair, esais, moralis, kritikus sastra, editor, biografer, dan terutama leksikografer. Dalam google doodle, peran sebagai leksikografer itu yang ditekankan.

Istilah leksikografer oleh google doodle diartikan sebagai "penulis atau pekerja keras yang menyibukan dirinya dengan melacak makna asli dan terperinci dari makna kata-kata".

Ya, jasa Samuel Johnson yang tak akan terlupakan adalah dalam hal penyusunan kamus. Ia menerbitkan kamusnya yang berjudul "Johnson’s: A Dictionary of the English Language" pada 1755 setelah menggarapnya selama 9 tahun.

Kamus tersebut sangat kolosal dan memiliiki ketebalan 46 sentimeter. Kamus buatannya itu menjadi rujukan utama sampai akhirnya Oxford English Dictionary terbit 150 tahun kemudian.

https://www.biography.com/.image/t_share/MTIwNjA4NjMzNDQwMDc3MzI0/samuel-johnson-37037-1-402.jpg
(sumber gambar:/www.biography.com)
Karya Johnson itu digambarkan sebagai salah satu pencapaian terhebat dari seseorang untuk ilmu pegetahuan. Buah pemikirannya itu bahkan masih bisa dinikmati hingga zaman Inggris modern saat ini.

Johnson lahir pada 18 September 1709 dan meninggal pada 13 Desember 1784 pada usia 75 tahun. Untuk menghormati jasa-jasanya, Patung Samuel Johnson didirikan pada tahun 1838 di seberang rumah tempat ia dilahirkan di Lichfield's Market Square di Staffordshire, Inggris. Ada pula patungnya yang didirikan di London dan Uttoxeter.

Oxford Dictionary of National Biography bahkan mendeskripsikan dia sebagai sosok yang menjadi pembeda dalam perbendahraan huruf kamus Inggris. Untuk mengenang sosok yang namanya menjulang seperti itu pula Google menjadikan Johnson sebagai google doodle.


Sumber : https://tekno.tempo.co

Kamis, 07 September 2017

Ulang Tahun ke-100 Sir John Cornforth di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/sir-john-cornforths-100th-birthday-4995374627422208.2-l.png


Mesin pencari Google hari ini, Kamis 7 September 2017, dihiasi doodle yang memperlihatkan seorang pria berkacamata. Di sekelilingnya, terdapat berbagai simbol yang melambangkan dirinya, yakni peralatan laboratorium kimia dasar, seperti gelas ukur hingga cawan penguap.

Ilustrasi pria berkacamata itu adalah Sir John Cornforth. Doodle hari ini dipersembahkan khusus untuk memperingati ulang tahun ke-100 dari Sir John Cornforth.

Ia seorang ilmuwan yang memenangkan Nobel Kimia untuk karyanya untuk penelitian stereokimia reaksi yang dikatalisis enzim, sebagaimana KompasTekno kutip dari Wikipedia.

Sir John Warcup Cornforth lahir pada 7 September 1917 di Sydney, Australia. Pada masa kecilnya, Sir John Cornforth mulai kehilangan pendengaran. Di umurnya yang ke-20, ia mulai tuli secara keseluruhan.


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/c/cd/John_Cornforth.jpg/220px-John_Cornforth.jpg
(sumber gambar wikipedia)
Kala itu, Sir John Cornforth sudah duduk di perguruan tinggi University of Sydney. Meski sudah tidak bisa mendengar ajaran dosen kala itu, ia mampu melahap sendiri seluruh isi buku teks kimia.
Di University of Sydney, Sir John Cornforth bertemu dengan sesama ahli kimia Rita Harradence. Keduanya kemudian menjalin hubungan romantis.

Di tahun 1939, Sir John Cornforth dan Rita Harradence memenangkan beasiswa ke Oxford. Dua tahun kemudian, keduanya memutuskan untuk menikah. Pasangan suami isteri itu kemudian menulis lebih dari 40 jurnal ilmiah.

Di Oxford, Sir John Cornforth bergabung dengan sebuah tim yang mengembangkan antibiotik penisilin. Setelah itu, ia kembali ke penelitian awalnya, yakni stereokimia dari berbagai reaksi kimia.

Dalam penelitian itu, Sir John Cornforth dibantu oleh Vladimir Prelog. Keduanya mempelajari enzim yang mengaktifkan perubahan senyawa organik.

Hasil dari penelitian tersebut membuka gerbang bagi banyak penemuan lain. Salah satu yang paling penting, penemuan pengembangan obat penurun kolesterol.

Di tahun 1975, atas penelitiannya itu, Sir John Cornforth dianugerahkan Nobel di bidang Kimia. Dalam keterangan pers seputar gelar tersebut, dituliskan bahwa subjek yang diteliti oleh Sir John Cornforth sulit untuk dijelaskan kepada orang awam. Namun, karyanya ini dikatakan memberikan manfaat bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Sir John Cornforth tutup usia pada 2013 pada umur 96 tahun, setahun setelah istrinya lebih dulu wafat pada umur 97 tahun.

Editor Deliusno
Sumber : http://tekno.kompas.com

Minggu, 03 September 2017

Ulang Tahun Eduard Khil Ke-83 di Logo Google

http://brightcove01.brightcove.com/24/4221396001/201709/474/4221396001_5563930783001_5563927689001-vs.jpg?pubId=4221396001&videoId=5563927689001

Google Doodle hari Senin 4 September 2017 ini menyajikan animasi sosok seorang pria yang muncul dari balik dekorasi panggung. Pria itu kemudian mulai menyanyi sambil diiringi musik latar.

Dialah Eduard Khil, seorang penyanyi bariton kelahiran Rusia tahun 1934. Bernama lengkap Eduard Anatolyevich Khil, pada dekade 60-an, Khil sempat ngetop di negerinya dan meraih berbagai penghargaan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Eduard_Khil.jpg/220px-Eduard_Khil.jpg
(sumber gambar : wikipedia)
Lama kemudian, pada 2010, sosok Eduard Khil kembali beken ketika rekaman videonya beredar di internet. Rekaman itu memperlihatkan Eduard Khil ketika menyanyikan sebuah lagu non-lexical yang liriknya hanya berisi senandungan tanpa kata-kata.
 
Gara-gara video lagu lawas yang bereda itu, sosok Eduard Khil banyak dijadikan meme alias guyonan. Lagunya kerap disebut berjudul “Mr. Trololo” dan diasosiasikan dengan perilaku “trolling” (mengolok-olok) di internet.


“Mr. Trololo” yang dinyanyikan Eduard Khil merupakan versi non-lexical dari lagu berjudul “I am very glad, as I’m finally returning back home” dalam bahasa Rusia.

Desain doodle Google tentang Eduard Khil mengambil inspirasi dari rekaman video “Mr. Trololo” tersebut, termasuk soal pakaian yang dikenakan sosok Eduard Khil dalam kartun animasi doodle, berikut hiasan panggung dan angka “4” di pojok kanan atas.

Seperti biasa, salah satu elemen doodle -dalam hal Eduard Khil ini dekorasi panggung- diubah sedemikian rupa sehingga membentuk kata “Google”. Lagu yang dinyanyikan pun tak lain merupakan “Mr. Trololo”. Tayangan lengkapnya bisa dilihat di tautan berikut.
Eduard Khil sendiri sudah tutup usia pada 2012 lalu pada usia 77 tahun, setelah menderita serangan stroke.

PenulisOik Yusuf
EditorReska K. Nistanto


Sumber :  http://tekno.kompas.com

Minggu, 27 Agustus 2017

James Wong Howe di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/james-wong-howes-118th-birthday-4706169112231936.3-l.png

Halaman utama mesin pencari Google hari ini, Senin 28 Agustus 2017, menampilkan ilustrasi hitam putih seorang pria bernama James Wong Howe. Siapakah dia?

James Wong Howe adalah seorang sinematografer Amerika kelahiran China kelahiran 28 Agustus 1899 dan telah meninggal pada 12 Juli 1976. Dia masuk dalam jajaran sinematografer paling berpengaruh, hasil survei International Cinematographers Guild.

Hari Senin ini, merupakan hari ulang tahun ke-118 James Wong Howe dan Google memperingati capaiannya dengan cara menampilkan ilustrasi pria tersebut di halaman utama mesin pencarinya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/6/67/WongHowe-MollyMaguires-1969.jpg
(sumber gambar : wikipedia)
Informasi yang dirangkum KompasTekno menyebutkan bahwa James Wong Howe menjadi populer karena inovasinya dalam dunia perfilman. Popularitasnya sendiri bukan hal yang mudah dicapai, mengingat Amerika Serikat pada masa itu masih kental dengan diskriminasi ras.

Kariernya sendiri tidak langsung dimulai dari dunia perfilman. James Wong Howe di masa remajanya pernah menjadi seorang petinju profesional, kemudian bekerja serabutan, hingga akhirnya mulai masuk ke industri film dengan bekerja sebagai kurir dan pemungut sampah di cutting room studio.

Sepanjang karirnya, James Wong Howe menggunakan teknik pencahayaan, framing, dan kamera  dengan pergerakan minimal sebagai ekspresi emosi. Tanpa sengaja dia menemukan cara memasukkan nuansa warna dalam film hitam putih.

Selain itu, James Wong Howe terkenal sebagai pionir pemakaian lensa bersudut pandang lebar (wide angle), pencahayaan low key dan pencahayaan berwarna. Pria ini juga yang kemudian dikenal sebagai orang pertama yang memakai crab dolly, yakni dudukan kamera dengan empat penyangga untuk memuluskan pergerakan horizontal saat merekam gambar.

James Wong Howe juga dikenal sebagai salah satu orang pertama yang memakai teknik deep focus dalam sinematografi. Teknik ini membuat gambar yang direkam seluruhnya berada dalam keadaan fokus, baik di sisi foreground atau background.

Di tahun 1930 hingga 1940an, dia merupakan salah satu sinematografer yang paling dicari di Hollywood. Sepanjang hidupnya tercatat sudah lebih dari 130 film yang dibuatnya.

Saat masa pensiun, James Wong Howe berhasil menorehkan prestasi tertingginya, yakni meraih dua Oscar untuk film The Rose Tattoo (1955) dan Hud (1963).


Sumber : http://tekno.kompas.com

Kamis, 17 Agustus 2017

72 Tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/indonesia-independence-day-2017-4877453817282560.4-l.png

Hari ini Kamis, 17 Agustus 2017 merupakan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-72. Hari kemerdekaan Indonesia ini turut dirayakan oleh situs pencari Google dengan menayangkan sebuah doodle khusus di laman utama Google.co.id.

Doodle kali ini menampilkan enam orang dari berbagai suku di Indonesia. Keenam orang itu sedang berada dalam satu perahu yang sama.

"(Doodle) Merangkum semangat 'kesatuan dalam keragaman' (Bhinneka Tunggal Ika), semboyan nasional Indonesia (berasal dari sebuah puisi Jawa abad ke-14) yang mendefinisikan kegembiraan hari bersejarah ini," sebut Google dalam laman keterangan mengenai doodle yang bersangkutan.

Dijelaskan pula, pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Jakarta dan beberapa kota besar lainnya biasanya menggelar parade, termasuk marching band dan dekorasi bendera Merah Putih. Upacara bendera juga akan mendominasi hari Kemerdekaan Indonesia.

https://www.budiono.net/wp-content/uploads/2017/06/logo-hut-ri-72-tahun-indonesia-kerja-bersama.png
Google juga mengatakan, perayaan hari kemerdekaan di Indonesia lazim diwarnai oleh berbagai macam permainan tradisional seperti panjat pinang, balap karung, dan lomba memasak.

Saat diklik, doodle akan menampilkan laman hasil pencarian dengan kata kunci “Hari Kemerdekaan Indonesia”.

Menurut Google, doodle Hari Kemerdekaan Indonesia 2017 ini dibuat oleh artis lokal bernama Aditya Pratama. Ilustrator dan desainer asal Bandung ini telah banyak menghasilkan karya-karya seni. Ia memajang sejumlah coretan tangannya di situs ini.
Sejak beberapa tahun terakhir, laman Google.co.id rutin menampilkan doodle bertema kemerdekaan Indonesia saban tanggal 17 Agustus.

Tahun lalu, Google menampilkan tiga orang anggota pengibar bendera pusaka (Paskibraka). Pada 2015, Google menampilkan tugu proklamasi dalam doodle 17 Agustus. Pada 2014, sebuah ilustrasi karya desainer lokal Indonesia yang dipajang. Lalu, tahun 2013 dan 2012 masing-masing menampilkan gambar burung Garuda dan lomba balap karung.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Jumat, 21 Juli 2017

Ulang Tahun ke-106 Marshall McLuhan di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/marshall-mcluhans-106th-birthday-6207431578222592.3-law.gif

Google Doodle hari ini tanggal 21 Juli 2014 merayakan hari kelahiran ilmuwan asal Kanada, Marshall McLuhan, yang ke-106.

Ia dikenal sebagai pakar teori media karena kontribusinya bagi dunia periklanan dan televisi.

Nama McLuhan populer karena pemikirannya tentang desa global, pernyataan "the medium is the message" atau pesan sebagai medium dan yang paling terkenal, prediksinya akan World Wide Web 30 tahun sebelum ditemukan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f8/Marshall_McLuhan.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Pemikiran McLuhan, seperti dikutip dari laman The Verge, didasari empat hal yang menilai masyarakat dibentuk oleh teknologi dan bagaimana informasi dibagikan.

Ia membagi sejarah media ke dalam empat babak, yaitu zaman lisan (the acoustic age), zaman sastra (the literary age), zaman cetak (the print age) dan zaman elektronik (the electronic age).

Konsep tersebut ia tuangkan dalam buku “The Gutenberg Galaxy” yang terbit pada 1962, bertepatan dengan popularitas televisi.

Dalam buku tersebut, seperti dilansir dari Telegraph, ia menuangkan ide bahwa dunia sedang memasuki zaman keempat, yakni zaman elektronik yang disokong oleh perkembangan teknologi.

Masyarakat berada dalam desa global (global village) karena semua orang memiliki akses ke informasi yang sama berkat teknologi.

Istilah desa global kemudian diinterpretasikan sebagai “internet”.


Sumber : http://www.antaranews.com
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Gilang Galiartha

Rabu, 12 Juli 2017

Ulang Tahun ke-79 Eiko Ishioka di Logo Google

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/07/12/728095/NPrtWnl924.JPG?w=650

Anda mungkin tidak mengenal nama Eiko Ishioka, tapi kemungkinan, Anda pernah melihat karyanya.

Wanita asal Jepang itu selalu berhasil mencuri perhatian dengan desainnya yang sensual, baik dalam bentuk iklan cetak, cover album dan kostum dalam film.

Menurut laporan CNET, Ishioka berhasil mendapatkan penghargaan Oscar, Grammy dan 2 nominasi Tony. Untuk menunjukkan apresiasinya, Google lalu mendedikasikan Doodle hari ini tanggal 12 Juli 2017 untuk merayakan ulang tahun Ishioka yang ke-79.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/5/57/Eiko_Ishioka.jpg/240px-Eiko_Ishioka.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Lahir dan dibesarkan di Tokyo, Ishioka belajar menjadi seorang graphic designer sebelum menjadi art director. Poster buatannya untuk Apocalypse Now yang disutradari oleh Francis Ford Coppola mendorong keduanya untuk bekerja sama dalam film Bram Stoker's Dracula yang tayang pada 1992. Dalam film tersebut, kostum buatan Ishioka berhasil memenangkan penghargaan Academy Award for Best Costume.

Ishioka memenangkan Grammy berkat desainnya dari album Miles Davis pada 1986, Tutu. Pada 1988, dia berhasil masuk dalam nominasi Tony Award berkat desain kostumnya dalam pentas Broadway, M. Butterfly.

Selain kostum untuk film dan pentas, Ishioka kemudian juga bertanggung jawab untuk membuat desain dari seragam dari beberapa tim di Olimpiade Musim Dingin 2002 yang diadakan di Salt Lake City, Utah. Dia juga membuat kostum untuk para pemain Cirque de Soleil dan logo untuk Houston Rockets, tim bola basket profesional di NBA. Selain itu, ia menyutradari video musik untuk Björk, yang berjudul Cocoon pada 2002.

Doodle Google tentang Ishioka menunjukkan desain buatannya untuk film petualangan fantasi oleh Tarsem Singh, yang berjudul The Fall. Ishioka meninggal karena kanker pankreas pada 2012.


Sumber : http://teknologi.metrotvnews.com

Minggu, 09 Juli 2017

Ulang Tahun ke 293 Eva Ekeblad di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/eva-ekeblads-293rd-birthday-5169157527044096.3-l.png

Laman mesin pencari Google hari ini, Senin 10 Juli 2016, menunjukkan ilustrasi talenan dengan potongan kentang di atasnya yang membentuk kata "Google". Gambar atau doodle spesial itu untuk memperingati hari ulang tahun Eva Ekeblad ke-293.

Eva Ekeblad adalah seorang agronom, ilmuwan, sekaligus bangsawan terhormat dari Swedia. Ia dikenal luas ketika membuat ekstraksi alkohol dan tepung dari kentang pada tahun 1746.

Kentang sejatinya telah diperkenalkan ke Swedia pada 1658, tapi hanya dibudidayakan di rumah kaca dari kalangan aristokrat. Eva Ekeblad membuat kentang lebih merakyat hingga menjadi makanan pokok orang Swedia.

Penanaman kentang secara massal berdampak ke banyak hal. Pasokan gandum dan jelai untuk membuat roti semakin meningkat dan mengurangi angka kelaparan di Swedia.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/28/Evadelagardie.gif
(Sumber gambar : Wikipedia )
Tak berhenti sampai di situ, Eva Ekeblad juga menemukan metode pemutihan tekstil kapas dan benang dengan sabun pada 1751. Ia juga mengsubstitusi bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik dengan menggunakan bunga kentang.

Atas segala kontribusinya, Eva Ekeblad menjadi perempuan pertama yang masuk keanggotaan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada 1748. Tiga tahun setelahnya, pada 1751, Eva Ekeblad didaulat sebagai anggota kehormatan pada organisasi kaum akademik tingkat tinggi tersebut.

Eva Ekeblad yang berasal dari darah biru dipercaya untuk mengurus tiga perkebunan oleh keluarganya. Ia digambarkan sebagai orang yang tempramental, namun adil dan melindungi kaum petani.

Perempuan tangguh tersebut juga sering menggelar salon -sebutan untuk perkumpulan antarbangsawan- di rumahnya. Sosoknya yang ramah dan membumi meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Swedia hingga kini.

Ia menghembuskan nafas terakhir pada 1786 di usia ke-61. Namanya dan kontribusinya masih terus dikenang dan dirayakan dengan doodle oleh Google.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Kamis, 29 Juni 2017

Victor Hugo, Penulis Romantis yang Muncul di Logo Google

http://assets.kompas.com/crop/0x0:1000x667/750x500/data/photo/2017/06/29/3232148148.JPG

Google Doodle hari ini, Jumat 30 Juni 2017 merayakan Victor Hugo yang bernama lengkap, Victor-Marie Hugo. Jika Anda klik panah yang mengarah ke kanan, Google akan menampilkan beberapa gambar pada tahun-tahun penting hidup Victor. Di antaranya, 1831, 1856, 1862.

Victor lahir 26 Februari 1802, di Besançon, Prancis, kemudian meninggal 22 Mei 1885 di Paris. Seperti dikutip dari Britannica.com, Jumat, 30 Juni 2017, Victor Hugo seorang penyair, novelis, dan penulis drama yang tergolong paling penting di antara para penulis romantis Prancis. Namun, dia jauh lebih terkenal di luar negeri daripada di Prancis. Karya-karyanya seperti novel "Notre-Dame de Paris" (1831) dan "Les Misérables" (1862) masih terus dibaca.

Lalu, siapa sebenarnya Victor Hugo? Dia anak ketiga dari Joseph-Léopold-Sigisbert Hugo. Sejak kecil, ayah Victor terus-menerus bepergian dengan tentara kekaisaran. Ayahnya memang sorang mayor yang kemudian menjadi jenderal di tentara Napoleon. Namun, adanya perselisihan dan perbedaan pandangan membuat orang tua Victor terpisah. Kondisi ini membuat hidup Victor berantakan.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Victor_Hugo_by_%C3%89tienne_Carjat_1876.jpg
( Sumber gambar : Wikipedia )
Dia terpaksa pergi dari Paris ke Elba atau Napoli atau Madrid. Namun dia selalu kembali lagi ke Paris bersama ibunya. Kejatuhan kekaisaran sekitar tahun 1815 sampai 1818, menjadi momen Victor belajar tanpa gangguan di Pension Cordier dan Lycée Louis-le-Grand.

Dia pun lulus dari fakultas hukum di Paris. Walaupun memang, studinya ini tampak kurang berhubungan dengan tujuannya. Justru, kenangan hidupnya sebagai siswa miskinlah yang mengilhaminya menulis sosok Marius dalam novelnya "Les Misérables". Sejak 1816, Victor Hugo mulai punya ambisi selain hukum. Dia mulai mencatat, menulis ayat atau prosa, dan membuat ulasan.

Pada 1821, ibunya meninggal dan Victor menikah dengan Adèle Foucher. Dari pernikahan itu, mereka punya lima anak. Pada tahun yang sama dengan pernikahannya, Victor Hugo menerbitkan buku tentang puisi, "Odes et poésies diverses". Puisi ini cukup menunjukkan sisi pribadi Victor Hugo.

Pada 1823, dia menerbitkan novel pertamanya, "Han d'Islande", yang lalu pada 1825 muncul dalam terjemahan bahasa Inggris "Hans of Iceland". Dia pun mulai terlibat dengan penulis lain yang memuja romantisisme dan mereka pun bertemu secara teratur di Bibliothèque de L'Arsenal. Victor Hugo terus-menerus tanpa henti menghasilkan karya dan memperbaiki karya-karya terdahulunya.

Victor Hugo benar-benar eksis sebagai pemuja romantisisme yang sejati. Dia mampu membuat karya yang memiliki banyak kontradiksi dan memasukkan unsur yang tragis. Sehingga secara intelektual, karyanya yang rumit memang sangat berbeda dengan karya-karya pengarang sebelumnya.

Victor Hugo juga dekat dengan para penganut liberalisme, terutama setelah ada pembatasan kebebasan pers. Raja Prancis Charles X kala itu melarang pertunjukan panggung karyanya "Marion de Lorme" (1829). Namun, Victor Hugo semakin ternama dengan karya-karyanya. Salah satunya, melalui novel historisnya "Notre-Dame de Paris" pada tahun 1831.

Dia tidak puas hanya mengekspresikan emosi pribadi. Sehingga keresahannya tentang politik, sosial, agama pun diintegrasikan dalam karyanya. Aktivitas dramanya pun terus dicurahkan. Memang ada dua motivasi kala itu, pertama untuk menyuarakan gagasan politik dan sosialnya. Kedua, dia ingin menulis untuk aktris cantik Juliette Drouet, yang kemudian menjadi teman dekatnya.

Prestasi sastranya diakui
Prestasi sastra Hugo diakui dan dipilih pada tahun 1841, setelah tiga kali gagal terpilih dalam Akademi Prancis. Lalu, pada 1845, dia juga masuk nominasi ke Chamber of Peers. Sejak saat itu, Victor Hugo hampir berhenti mempublikasikan karyanya. Selain karena tuntutan masyarakat dan kehidupan politik, persoalan juga datang dari masalah pribadi.

Dia kehilagan Putrinya, Léopoldine, yang baru saja menikah. Putrinya secara tidak sengaja tenggelam dengan suaminya pada bulan September 1843. Luka yang dirasakan Victor dituangkan dalam puisi yang kemudian dikenal "Les Contemplations". Puisi itu terbagi menjadi "Autrefois" dan "Aujourd'hui", momen kematian putrinya menjadi tanda antara kemarin dan hari ini.

Victor menemukan kembali kelegaan saat mengerjakan sebuah novel baru, yang kemudian menjadi "Les Misérables", yang diterbitkan pada tahun 1862. Karya literatur Prancis Victor Hugo yang luar biasa sangat unik. Dia dikenal selalu menulis 100 baris ayat setiap pagi atau 20 halaman prosa. Dia sangat kuat dalam karya-karya romantisisme.

Beberapa karyanya terus diingat, seperti "Les Misérables" yang dibaca secara luas. Hugo memang penyair dari kalangan orang biasa tetapi tahu bagaimana menulis dengan kesederhanaan dan menggambarkan kekuatan kegembiraan dan kesedihan secara bersamaan.


Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Kamis, 22 Juni 2017

Oskar Fischinger Sang Pencipta Animasi Musik di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/2017/fischinger/bg_cta.jpg

Oskar Fischinger sang pencipta animasi musik abstrak dirayakan ulang tahunnya yang ke-117 di Google Doodle hari ini tanggal 22 Juni 2017. Pria bernama lengkap Oskar Wilhem Fischinger ini lahir di Gelnhausen, Kerajaan Jerman pada 22 Juni 1900. Sepanjang hidupnya hingga meninggal pada usia 66 tahun, Fischinger dikenal karena kejeniusannya yang melewati zaman, bukan hanya sebagai pelukis dan pembuat film, tetapi juga sosok yang ‘menampilkan wujud’ musik.

Jika Anda mengunjungi halaman utama Google hari ini, ada yang unik. Yaitu tampilan doodle animasi yang penuh warna. Jika diklik, alih-alih membawa kita ke halaman pencarian ‘Ulang Tahun Oskar Fischinger ke-117′ tetapi ke dalam sebuah permainan membuat komposisi musik sederhana, lengkap dengan penampilan visual sesuai dengan musik yang kita ciptakan. Ini ditambah dengan kata mutiara Fischinger, ‘”Musik tidak hanya berupa suara. Dalam dunia visual, musik hadir dalam bentuknya sendiri.”

Sosok Oskar Fischinger memang tidak biasa. Ia menciptakan animasi musuk abstrak beberapa dekade sebelum adanya video musik dan grafik komputer. Hal ini bisa dilihat dari salah satu karya terbaik pria Jerman-Amerika itu, yaitu film pendek Motion Painting No. 1 (dirilis pada 1947). Dikutip dari Kompas, ia memadukan musik klasik berjudul Brandenburg Concerto no. 3, BWV 1048 dengan gambar-gambar bergerak dalam tumpukan kaca akrilik.

http://www.centerforvisualmusic.org/CVM_OF_B0011_c.jpg
Sepanjang hidupnya, Fischinger menciptakan 50 film pendek, juga sekitar 800 lukisan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Penemuannya yang tidak kalah penting terjadi pada akhir 1940-an, kala Fischinger menemukan Lumigraph, yang kemudian dipatenkannya pada tahun 1955.
 
Lumigraph ini adalah instrumen yang menghasilkan citra gambar yang dioperasiikan oleh dua orang.

Seseorang bertugas untuk ‘memanipulasi layar’ untuk menciptakan citra gambar sementara yang lain mengubah warna lampu pada isyarat. Lumigraph sendiri tidak berbunyi. Tetapi, ketika Fischinger menampilkannya, Lumigraph ditemani berbagai musik sehingga lebih hidup. Dengan Lumigraph inilah, Fischinger tampil  di Los Angeles dan San Francisco pada awal 1950-an.

Menekuni bidang film tidak membuat Oskar Fischinger berbahagia selamanya. Ada masa-masa sulit yang ditempuhnya sehingga meninggalkan Jerman pada 1936. Namun, tiba di Amerika Serikat, peruntungannya berubah. Pelaku film di Hollywood lebih ampu mengapresiasi karya-karyanya.
Oskar Fischinger yang pindah ke AS, tmeninggal pada usia 66 tahun pada 31 Januari 1967.


Sumber : Sidomi

Rabu, 31 Mei 2017

Zaha Hadid, Muslimah Ratu Arsitek Dunia di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/celebrating-zaha-hadid-6269828326227968.4-l.png

Zaha Hadid, arsitek muslimah asal Inggris ditampilkan dalam Google doodle hari in tanggal 31 Mei 2017i. Zaha Hadid yang karya-karya arsitekturnya menembus pakem yang ada, diberi apresiasi tinggi olehGoogle dalam mengenang setahun meninggalnya perempuan berjuluk ‘Ratu Kurva’ ini. Tidak main-main, Zaha Hadid adalah perempuan sekaligus muslimah pertama yang mendapatkan Pritzker, penghargaan tertinggi di bidang arsitektur, Pritzker, pada 2004.

Jika kita mengunjungi Google hari ini, pandangan mata akan langsung tertumbuk pada perempuan dengan rambut bergelombang dan dandanan anggun, sedang berdiri di depan bangunan unik, Heydar Aliyev Center. Iya, perempuan tersebut, Zaha Hadid adalah arsitek yang menciptakan bangunan yang terletak di Baku, Azerbaijan itu.

Zaha Hadid jelas bukan orang biasa. Karya-karyanya tampil di berbagai belahan dunia. Dikutip dari Tempo, bangunan yang didesaim oleh kecerdasan perempuan ini adalah Vitra Fire Station di Jerman, Riverside Museum di Skotlandia, atau Dongdaemun Design Plaza di Korea Selatan, . Yang baru saja selesai dirampungkan tahun lalu adalah Salerno Maritime Terminal di Italia.

Tidak hanya itu, penggemar sepakbola pasti sudah tahu karya besar Zaha Hadid, yaitu Stadion Al-Wakrah, Qatar, yang bakal menjadi venue bersejarah untuk menggelar Piala Dunia pertama kali di tanah Arab, tepatnya di Qatar pada tahun 2022 mendatang. Dan jika melihat sekian karya Zaha Hadid, kita akan dengan mudah memahami, ciri khasnya adalah bangunan yang bagai ‘tidak mengenal bentuk pada umumnya’.

https://reps01.s3.amazonaws.com/product_designer_detail/catalogue/6c4f7ed4b77a638f81278f415899850657f1f37e.jpeg
Atas alasan inilah, Zaha Hadid disebut-sebut sebagai ratu kurva. Ia “Membebaskan geometri dalam arsitektur, memberikannya identitas ekspresi baru. Karyanya tidak hanya mengeksplorasi bentuk, tetapi juga menjelajahi fungsi bangunan sampai melebihi batas-btas yang selama ini menjadi sekat.

Zaha Hadid jelas menjadi inspirasi banyak orang, termasuk kaum wanita, dan terutama muslimah. Tidak hanya terkait karya-karya arsitekturnya, tetapi juga kata mutiara yang disampaikan perempuan kelahiran 1950 ini.

Satu yang cukup sering menjadi rujukan adalah ucapan, “Wanita selalu diberi tahu, ‘kamu tidak akan berhasil, terlalu sulit, kamu tidak dapat melakukan ini dan itu, jangan masuk kompetisi ini, kamu tidak akan pernah memenangkannya”. Padahal,mereka membutuhkan kepercayaan diri dan orang-orang di sekitar untuk mendorong kelanjutan upaya mereka.”


Sumber : Sidomi

Selasa, 16 Mei 2017

Apa Itu Mekanisme Antikythera? Ada di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/115th-anniversary-of-the-antikythera-mechanisms-discovery-6292005859622912-l.png

Google Doodle hari ini, Rabu tanggal 17 Mei 2017, mencantumkan peringatan ke-115 penemuan Mekanisme Antikythera. Apa itu Mekanisme Antikythera? Sepenting apakah hal tersebut sehingga dipilih untuk menghiasi tampilan Google Doodle hari ini? Ternyata, itu adalah alat yang diduga sebagai komputer tertua di dunia.

Mekanisme Antikythera diciptakan jauh sebelum perangkat komputer dikenal dan populer saat ini. Tahun 1901, ditemukan suatu alat di sebuah kapal yang karam di Laut Aegean, sebelah selatan Yunani. Penemuan tersebut cukup membingungkan para ilmuwan karena tidak sepenuhnya dimengerti fungsi peralatan itu.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penelitian, ternyata alat yang dibuat dari logam itu diyakini sebagai komputer pertama di dunia yang diperkirakan tercipta pada sekitar 150 tahun sebelum masehi dan diduga kuat merupakan salah satu karya cipta dari orang-orang pada masa Yunani Kuno. Dengan kata lain, Mekanisme Antikythera sudah berusia 2.000 tahun lebih.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRVy_le-LxEx4xwOgQFZPyB0Srn66phtsm0Do_jYSzwK_-nr7cZcjJBGW8qMO2FxdMyuVhmVgrsvhyxgeXTDD7O4G3YJDNrjYy5faFXC99xPNcPHTbWOxth3WQWuxhD4xKiz1dREUzSjU/s400/Ekspedisi+Untuk+Ungkap+Misteri+Mekanisme+Antikythera+-1.jpg
“Mekanisme Antikythera telah mengajarkan kepada kami adalah bahwa para mekanik Yunani kuno dapat merancang dan membangun perangkat yang sangat kompleks. Perangkat itu memiliki skala yang sangat kecil,” papar Profesor Alexander Jones, pakar sejarah astronomi kuno dari Institute for Study of the Ancient World, New York, Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil penelitan yang berhasil diungkap pada 2016 lalu, Profesor Alexander Jones menyebut Mekanisme Antikythera memakai prinsip matematika dan menyajikan agenda ilmiah untuk menguak misteri alam semesta yang memang menjadi salah satu bahan perdebatan para filsuf dan pemikir pada zaman Yunani Kuno.


Sumber : Sidomi

Selasa, 09 Mei 2017

181 tahun Ferdinand Monoyer di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/ferdinand-monoyers-181st-birthday-5105939098107904.2-law.gif

Dua huruf “O” di halaman utama Google berubah menjadi ilustrasi sepasang mata. Mengapa demikian?
Klik tombol segitiga yang ada di ujung kanan logo Google tersebut, maka Anda akan melihat ilustrasi mata itu berkedip.

Sementara itu di bagian kanan itu akan muncul tabel berisi deretan abjad, yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan mata.

Klik sekali lagi, maka akan muncul keterangan lebih detail yang menampilkan hasil pencarian tentang seorang pria bernama Ferdinand Monoyer.

Google Doodle hari Selasa tanggal 9 Mei 2017 ini merupakan persembahan ulang tahun ke 181 untuk Ferdinand Monoyer. Dia adalah seorang dokter mata asal Perancis yang lahir pada 9 Mei 1836 silam. Ferdinand Monoyer meninggal pada 11 Juli 1912.

Semasa hidupnya, Ferdinand Monoyer dikenal sebagai orang yang memperkenalkan diopter atau satuan pengukur kekuatan optik dan tabel Monoyer.

Tabel Monoyer yang diciptakan Ferdinand memiliki bentuk serupa dengan tabel yang ditampilkan di sisi kanan Google Doodle hari ini. Fungi tabel Monoyer adalah untuk menguji kemampuan visual mata seseorang.


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Ferdinand_Monoyer.jpg
(Sumber gambar : Wikipedia )
Setiap deretan huruf dalam table Monoyer ini mewakili ukuran diopter, dari paling kecil hingga paling besar.

Selain itu, deretan huruf itu mewakili ukuran jarak yang diperlukan agar seseorang bisa membacanya.
Pada masa 100 tahun lalu, tabel Monoyer tersebut merupakan tabel pengujian mata pertama yang dibuat dengan sistem desimal.

Dalam tabel pengecekan mata ini tersembunyi deretan huruf yang mengeja nama penemuanya, yakni Ferdinand Monoyer.

Deretan huruf tersebut disusun terbalik, dari bawah ke atas, dan disematkan kanan dan kiri tabel.
Kata Ferdinand ada di deretan huruf sebelah kanan, sedangkan kata Monoyer ada di deretan huruf sebelah kiri.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Senin, 01 Mei 2017

Memperingati 110 Tahun Pelukis Affandi di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/affandis-110th-birthday-5143928419385344.7-l.png

Tanggal 1 Mei 2017 menandai ulang tahun ke-110 dari Affandi, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia. Affandi adalah sosok legendaris di dunia seni rupa. Tak hanya di Tanah Air, karya-karnyanya juga terkenal di mancanegara.

Lahir di Cirebon pada 1907, maestro bernama lengkap Affandi Koesoema tersebut dikenal memiliki gaya khas yang didapat dengan cara membubuhkan cat langsung dari kemasannya ke atas kanvas. Lalu, alih-alih kuas, menggunakan jari jemarinya untuk melukis.

“Doodle hari ini mengenang Affandi dengan menerapkan gaya yang mirip,” tulis Google dalam laman penjelasannya mengenai Doodle ulang tahun Affandi, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Senin (1/5/2017).

“Garis-garisnya seperti guratan Affandi, luwes dan bersemangat, dengan warna-warna macam yang dulu biasa dipakainya,” imbuh Google.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPPnSnRUiM8MBuynmG1WCTfiU-k-Cl9Ax6hm4cTBcJUAtuzMBJtO2U87As-HHFJrZCk66dXggebHTu5pRqW3EMGgvj4eZzkbjQ6OmxaiX1iiJLMyLNwtxa0aoBscIgnXn53j8gicxfXfKH/s1600/affandi-koestomo.jpg
(Sumber gambar : dunialukisan-javadesindo.blogspot)
Affandi sempat melakoni beberapa profesi. Laman Affandi.org menyebutkan bahwa dia pernah bekerja sebagai guru hingga pemeriksa karcis dan penggambar billboard film di bioskop di Bandung. Cat dari sisa-sisa pekerjaan disimpannya untuk menyalurkan hobi melukis yang mulai ditekuni pada dekade 40-an.

Di masa ini Affandi berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan, antara lain dengan membuat poster propaganda “Boeng, Ajo Boeng”. Idenya dari Bung Karno, modelnya pelukis Dullah, dan kata-katanya dari penyair Chairil Anwar.

Di akhir dekade 40-an hingga awal 50-an, Affandi berkelana keliling dunia untuk melukis. Dia memamerkan karyanya di ibukota negara-negara Eropa, termasuk, Paris, London, dan Roma.

Affandi tutup usia pada 23 Mei 1990, setelah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis sepanjang hidup. Sebagian di antaranya bisa disaksikan di Museum Affandi di Yogyakarta.


Sumber : http://tekno.kompas.com

Rabu, 26 April 2017

Pesawat Luar Angkasa Cassini Ungkap Rahasia Saturnus di Logo Google

https://www.google.co.id/logos/doodles/2017/cassini-spacecraft-dives-between-saturn-and-its-rings-5717425520640000-law.gif

Pesawat luar angkasa Cassini muncul dalam Google doodle hari ini pada Rabu, 26 April 2017. Tampilnya pesawat hasil kerjasama NASA, ESA, dan ASI ini menandai dimulainya penerjunan Cassini ke dalam daerah cincin Planet Saturnus. Penerjunan tersebut diharapkan mampu mengungkap rahasia asal-usul, massa, dan umur cincin Saturnus.

Jika Anda melihat halaman utama Google hari ini, akan ada animasi unik pesawat luar angkasa Cassini yang bergaya seperti fotografer. Kemudian, tampak planet Saturnus mendekat kepadanya. Cassini tidak membuang kesempatan untuk memotret bagian dalam cincin Saturnus berulang kali, dan ditutup dengan gaya kocaknya, berfoto selfie seperti remaja kekinian.

Google memang memberikan doodle istimewa untuk peristiwa bersejarah yang dilakukan Cassini hari ini Rabu (26/4). Cassini, usaha bersama antara NASA , badan antarariksa Eropa (ESA), dan badan antariksa Italia (ASI) ini sudah memulai pengembaraannya di luar angka sejak 20 tahun lalu; tepatnya pada 15 Oktober 1997. Dan sejak saat itu, ia sudah menempuh perjalanan lebih dari 2,2 miliar mil.

https://www.jpl.nasa.gov/missions/web/cassini.jpg
( Sumber gambar : www.jpl.nasa.gov)
Cassini juga sudah ‘berakrab ria’ dengan Saturnus sejak 1 Juli 2004. Pesawat yang dilekati nama astronom asal Italia-Prancis ini, selama ini sudah mengumpulkan sekian informasi soal planet bercincin raksasa tersebut. dari berbagai foto yang ditampilkan Cassini, yang paling menakjubkan adalah foto baru-baru ini, yang mengungkap rahasia salah satu bulan Saturnus, Enceladus, yang ternyata ramah untuk kehidupan.

Manuver yang dilakukan Cassini ini akan menjadi bab terakhir dalam pengembaraan pesawat luar angkasa tersebut. Nantinya, NASA akan menghancurkan Cassini dengan menjatuhkannya ke atmosfer Saturnus.
Namun sebelum hal itu terjadi, Cassini masih bakal bertugas untuk mengambil informasi sedetail mungkin soal komposisi atmosfer juga materi batuan di planet Saturnus. Selain itu, Cassini juga akan menyelidiki lebih rinci tentang cincin Saturnus; yang bakal menjadi sumber pengetahuan bagi para ilmuwan untuk beberapa dekade ke depan.


Sumber : Sidomi